Tak ada lagi kamu yang memenuhi bm handphone ku. Tak ada lagi sapamu sebelum tidur yang selalu membuat ku untuk menunggunya.
Tak ada lagi semangat darimu untuku di setiap harinya. Tak ada lagi senyuman indah mu
yang meredam segala kerinduanku. Tanpamu... semua berbeda dan tak lagi sama.
Aku membuka mata dan berharap hari hariku berjalan seperti
yang dulu, walau tanpamu saat ini, walau tak ada kamu yang memenuhi hari-hariku.
Seringkali aku melirik ke layar handphone meskipun aku juga ingin sekali bm kamu, namun tak ada lagi ucapan selamat pagi darimu dengan beberapa emote meledek, dan tak ada lagi ucapan " lagi ngapain ? " itu hanya sebuah kenangan.
Meskipun kita sering bertemu tapi kita selalu saling membuang muka,
aku tau itu kadang aku berfikir apa salah ku, sehingga kau pergi dan mendiamkan ku tanpa hal yang jelas.. atau mungkin ini memang sudah jalan terbaik kita ...
Rasa ini begitu absurd dan sulit untuk di mengerti. Kamu selalu membawa jiwaku melayang ke bulan, dan mengasingkan aku ke dunia yang hanya ada kita ber 2 saja. Kamu merampas habis cinta yang kupunya, melarikannya ke suatu tempat yang sangat sulit untuk aku mengetahuinya.
Rasa ini begitu absurd dan sulit untuk di mengerti. Kamu selalu membawa jiwaku melayang ke bulan, dan mengasingkan aku ke dunia yang hanya ada kita ber 2 saja. Kamu merampas habis cinta yang kupunya, melarikannya ke suatu tempat yang sangat sulit untuk aku mengetahuinya.
Entah di mana aku bisa menemukan diriku yang telah hilang itu. Entah bagaimana caranya mengembalikan sosok yang kukenal itu ke dalam tubuhku. Aku kebingungan dan kehilangan arah.
Ingin rasanya aku memukul semua benda di sekitarku. Agar seluruh tubuhku merasakan sakit yang kurasakan. Agar aku tak perlu menyadari perubahan yang begitu besar terjadi
setelah kehilangan kamu. Siksaanmu terlalu besar untukku,
aku terlalu lemah untuk merasakan semua rasa sakit yang telah kausebabkan.
Bagaimana mungkin aku bisa menemukan
seseorang yang lebih sempurna jika aku pernah hampir memiliki yang lebih sempurna?
Aku mulai suka dengan pusing ku ini saat aku mengingatmu. Aku
mulai menikmati saat-saat napasku sesak ketika mengingatmu. Aku mulai jatuh
cinta pada rasa sakit yang kauciptakan selama ini.
Terima kasih.
Dengan luka seperti ini. Dengan rasa sakit sedalam ini. Aku jadi tambah sering menulis.
Lebih banyak dari biasanya. Meskipun semua tulisanku bukan pengalaman asli ku
Sumber : Dwitasari
*Maaf kata kata ada yang saya rubah dengan kisah saya :)

EmoticonEmoticon